Kisah Dibalik Situs Makam Sunan Bonang

Kunjungi Cirebon Yuk !Makam Keramat Sunan Bonang merupakan salah satu situs religi di Kabupaten Cirebon. Situs ini berlokasi di Desa Cupang Kecamatan Gempol tepat di bawah kaki Gunung Jaya.

sunan bonang1Untuk mencapai petilasan Sunan Bonang ini, pengunjung harus bersiap menapaki jalanan berkelok dan tanjakan yang cukup menguras tenaga.Namun rasa capek tidak terasa karena di sepanjang perjalanan menuju situs, pengunjung akan disuguhi pemandangan nan elok.

Usai melewati gapura selamat datang, pengunjung akan memasuki area komplek situs makam petilasan Sunan Bonang. Di lokasi yang tertata rapih dan diteduhi pohon-pohon besar itu, terdapat sekitar empat bangunan yakni makam Sunan Gunung Bonang sebagai bangunan utama, mushola, rumah juru kunci dan satu bangunan makam perorangan.

sunan bonang2Di dalam bangunan utama terdapat dua makam. Juru kunci makam, Wahda mengatakan, dia tidak tahu persis siapa yang dikubur di makam tersebut.Tapi menurut cerita secara turun temurun, lanjutnya, yang dimakamkan itu berupa senjata.

“Senjata tersebut berupaTongkat Sunan Bonang dan Makam keris Welang,” ujarnya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, hal ihwal situs tersebut bermula saat Sunan Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah bermaksud untuk menaklukan dan meng-Islamkan Ratu Onom, raja yang berkuasa di Rawa Lakbok yang terletak di sebelah Selatan Rajagaluh dan Talaga.

sunan bonang3Rombongan Sunan Gunung Jati didampingi Sunan Bonang dan Embah Kuwu Cakrabuana.Untuk melepas kelelahan akhirnya rombongan beristirahat di daerah selatan Gunung Kendeng (lokasi Makam Keramat Sunan Bonang sekarang).

Ketika rombongan beristirahat, datanglah Nyi Mas Gandasari, putri Ki Gede Panguragan.Selain untuk bertemu dengan Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Gandasari juga bermaksud untuk memohon fatwa Sinuhun Cirebon, karena setiap punya suami selalu meninggal ketika mau tidur bersamanya.

Agar tidak terjadi lagi musibah, ia memohon kesedian Sunan Gunung Jati untuk menjadi suaminya. permohonan Nyi Mas Gandasari dikabulkan oleh Sunan Gunung Jati dengan fatwa agar Nyi Mas Gandasari mau menikah dengan Sunan Bonang.

Asunan bonang5tas fatwanya, Sunan Bonang bersedia menikahi Nyi Mas Gandasari dengan syarat ia harus mau diajak naik ke puncak Gunung Kendeng untuk berbulan madu.

Setelah sampai di puncak Gunung Kendeng, Nyi Mas Gandasari dipangku oleh Sunan Bonang hingga tertidur pulas.

Dengan kesaktian ilmu walinya, pada saat Nyi Mas Gandasari tertidur pulas dalam sekejap mata Sunan Bonang mengeluarkan Bokor Emas yang berisi air dan bunga dari berbagai jenis warna serta diletakan di depan pangkuan Nyi Mas Gandasari.

Akibat pengaruh hawa dingin air Bokor Emas dan aroma bunga secara perlahan keluarlah Ular Welang dari lubang kemaluan Nyi Mas Gandasari. Secepat kilat Sunan Bonang menangkap dan mencabutnya kemudian dipukulkan pada sebatang pohon. Ular tersebut akhirnya merubah menjadi sebuah keris yang diberi nama Keris Welang atau Keris Pangeran Welang.

Akhir dari peristiwa itu, kemudian mereka melakukan ikrar perjanjian nikah batin antara Keris Welang dan Tongkat Sunan Bonang. Kedua benda itu dikuburkan secara terpisah menjadi dua makam yaitu makam Tongkat Sunan Bonang yang sekarang terkenal dengan Makam Sunan Bonang dan Makam keris Welang yang sekarang disebut Makam Pangeran Welang. (Ir)

Foto :IrwanGunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>