Sultan Arief : Hapuskan Dikotomi Sunda & Cirebon

IMG_3546

Sesuai sejarah sebenarnya tidak bisa mengdikotomi Sunda dengan Cirebon, sebab Cirebon merupakan bagian dari fakta sejarah dari Kerajaan Pajajaran. Demikian dikatakan Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadinindrat, SE pada acara pelantikan Pengurus Paguyuban Pasundan Kota Cirebon di Convensional Hall Hotel Zamrud, Jl. Wahidin Kota Cirebon, Sabtu (18/4).

“Sunda dan Cirebon sebenarnya satu dan ini bukan masalah perbedaan bahasa. Bahasa itu bagian dari budaya yang ada di Jawa Barat,” jelasnya. Di Jawa Barat ini, tambahnya, ada beberapa adat istiadat, kultur dan bahasa yang berbeda. “Dan itu bagian dari sejarah Jawa Barat,” tegasnya.

Berawal dari berdirinya Kerajaan Salakanagara, KerajaanTarumanagara, Kerajaan Indrapura, Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh dan akhirnya Kerajaan Pajajaran dan semua kerajaan itu sekarang bermuara di Cirebon.

“Kalau ada yang bertanya Kerajaan Pajajaran ada dimana, sekarang ada di Cirebon. Kalau ada yang tanya Kerajaan Sunda ada dimana, sekarang ada di Cirebon,” tegas Arief.

Sultan meyakini hampir semua masyarakat belum mengetahui secara pasti bentuk bangunan istana Kerajaan Pajajaran seperti apa dan ada dimana.

“Tapi ada bangunan yang namanya pande jajar yang diberikan Prabu Siliwangi kepada Pangeran Cakrabuana sebagai tanda jabatan penguasa Cirebon saat itu, sekarang masih tersimpan di Astana Gunung Jati. Masih original, masih asli dan masih tegak berdiri.”

Demikian halnya dengan senjata asli Pajajaran. Ia mengungkapkan, senjata asli Pajajaran adalah golok cabang atau bedog. Hingga sekarang senjata yang sering digunakan oleh Pangeran Cakrabuana itu pun masih tersimpan di meseum Keraton Kasepuhan.

Walaupun demikian, Sultan juga tidak menampik adanya perbedaan kultur budaya dan bahasa. Ia menjelaskan, sebagai umumnya masyarakat daerah pesisir adalah mudah menerima budaya-budaya asing.

Kedatangan para pedagang dari India, Persia, Melayu, Arab, Cina dan negara-negara Eropa berhasil membentuk kultur tersendiri. Mulai dari adat istiadat, bahasa bahkan makanannya pun tersendiri berbeda dengan Jawa Barat. “Perbedaan itu justru merupakan tambahan pembendaharaan budaya bagi Jawa Barat,” katanya bangga.

Sulatan Arief berharap kepada pngurus Paguyuban Pasundan Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu agar mengsosialisasikan bahwa Cirebon-Sunda adalah satu. “Satu Pajajaran dan satu Jawa Barat.” (ir)

Foto : Bram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>