Wisata Ziarah Makam Pangeran Cakrabuana putra Prabusiliwangi

Kunjungi Cirebon Yu ! Jika Cirebon menjadi Kota Wali memang di Kota inilah banyak para menghasilkan para Wali dan menjadi pusat penyebaran Agama Islam di Nusantara. Salah satu pendiri Cirebon adalah Pangeran Cakrabuana atau dikenal dengan nama Walangsungsang atau di Cirebon dikenal dengan Mbah Kuwu Sangkan.

Mbah Kuwu Sangkan 2 Mbah Kuwu Sangkan 3 Mbah Kuwu Sangkan 4 Mbah Kuwu Sangkan 5 Mbah Kuwu Sangkan 6 Mbah Kuwu Sangkan 7 Mbah Kuwu Sangkan 8

Menurut masyarakat di daerah wilayah Talun Kab, Cirebon m ini adalah Makam Perinstirahatan terakhir anak raja Pangeran Cakrabuana putra mahkota Raja Diraja Prabu Siliwangi Pamanahrasa yaitu Raja Kerajaan Galuh Pakuan Padjajaran yang berpusat di Bogor sekarang ini.

Pada abad ke 14 waktu itu wilayah Cirebon adalah wilayah kerajaan Galuh yang berpusat di Kawali – Ciamis, Salah satu pangeran anak raja Pangeran Pamanahrasa sebelum jadi raja pernah di dilatih di Rajagaluh desa Pajajaran (sekarang Patilasan Prabusiliwangi) sebagai tempat perguruan para anak araja Kerajaan Galuh. Dan menikah dengan Nyi Ambet Kasih, Namun tidak memiliki anak dari Nyi Ambet Kasih. Pada saat Pangeran Pamanahrasa diperintahkan menutup Pesantren agama Islam yang di pimpin oleh Syeh Quro dari Campa (pada saat itu Agama Islam sedang berkembang) dikarenakan ayahanda Pamanahrasa khawatir dengan perkembangan agam Islam yang begitu pesat, namun hal itu tidak terjadi kerena Pamanahrasa jatuh hati pada anak didik Syeh Quro bernama Nyi Mas Subanglarang putri Ki Jumanjan Jati . Tak lama kemudian masuk Islamlah Pangeran Pamanahrasa dan menikahlah dengan Nyi Mas Subanglarang. Akhirnya mereka memiliki Putra dan Putri bernama Pangeran Walangsungsang dan Ratu Rarasantang. Setelah Pangeran Pamanahrasa berhasil menyunting putri dari Kerajaan Sunda Pakuan maka Pangeran Pamanahrasa diangkat menjadi Raja Diraja Prabusiliwangi sebagai raja dari kedua kerajaan yaitu Kerajaan Galuh dan kerajaan Sunda Pakuan, Maka dua kerajaan besar ini bersatu kembali menjadi Kerajaan Padjajaran Galuh Pakuan yang dipimpin oleh Prabusiliwangi Pamanahrasa. Maka diajaklah sekeluarga Istri dan anaknya yaitu Pangeran Walangsungsang dan Ratu Rarasantang di keraton Kerajaan Padjajaran di Pakuan (Bogor). Namun sepeninggalnya Nyi Mas Subanglarang agama Islam yang sebelumnya dianut oleh Prabu Siliwangi Pamanahrasa lambat laun luntur dan kembali ke agama sebelumnya yaitu Sunda Wiwitan. Hal ini dikarenakan lingkungan kerajaan masih ketat menganut agama tersebut. Dikarenakan lunturnya agama Prabusiliwangi membuat Pangeran Walangsungsang dan Ratu Rarasantang berkeinginan belajar pada guru Agama Islam di daerah Cirebon kalau sekarang yaitu KH Abdul Kahfi yang merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Walau tidak diijinkan oleh ayahanda Prabusiliwangi tetap memaksa untuk meninggalkan Keraton Pajajaran. Maka setelah menemukan guru Agama Islam tersebut maka mulailah dibangun sebuah perkampungan, dan berkembang menjadi kota perdagangan , Maka diangkatlah Walangsungsang sebagai Kuwu, Untuk itu disebut dengan Mbah Kuwu Sangkan sebagai pendiri dari Cirebon yang berasal dari kata Cai Rebon (udang kecil kecil). Pada saat itu Pangeran Walangsungsang berhasil mengembangkan industri dan perokonomian sebagai pusat Industri bahan baku untuk membuat sambal Petis yaitu Rebon, Atau disebut Cai Rebon sebagai Tempatnya Rebon. Tempat patilasan sebagai tempat menumbuk rebon yaitu Dulang yang sekarang masih ada di Keraton Kanoman sebagai bukti keberadaan Mbah Kuwu Sangkan dan sejarahnya. Perkembangan perekonomian diwaktu itu dan juga pelabuhan Internasional yang ramai maka wilayah yang ditempati Pangeran Walangsungsang / Mbah Kuwu mengalami banyak pencampuran Budaya dan Bahasa , yang dalam bahasa daerah waktu itu disebut Charuban berarti Campuran.

Untuk itulah tidak aneh kalau Makam Pangeran Cakrabuana / Walangsungsang/Mbah Kuwu sering dikunjungi para Peziarah sebagai pendiri kota Cirebon sampai sekarang. (ahrs).

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>