Profile Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahan, sedangkan titik keramaian justru berada di kecamatanJatibarang dan Haurgeulis, hal ini dikarenakan di Jatibarang terdapat pusat Pasar dan memiliki akses yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api, hal yang sama juga terjadi untuk Kecamatan Haurgeulis meski tak dilewati secara langsung oleh Jalur Pantura, namun Kecamatan ini dilalui oleh Jalur Kereta Api. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara,Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, sertaKabupaten Subang di barat.
Kabupaten Indramayu terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 315 desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Indramayu. Hari jadi Kabupaten Indramayu ditetapkan pada tanggal 7 Oktober 1527.
Indramayu dilintasi jalur pantura, yakni jalur utama dan terpadat di Pulau Jawa, terutama pada musim mudik lebaran. Kabupaten ini juga dilintasi oleh jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa, dengan salah satu stasiun terbesarnya adalah Stasiun Jatibarang yang berada di kota Jatibarang, sekitar 19 km ke selatan dari pusat Kota Indramayu.
Beberapa kecamatan-kecamatan penting di Wilayah Kabupaten Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis,Patrol, Karangampel, dan Terisi.
Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu mempergunakan Bahasa Cirebon dialek Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Basa Dermayon, yakni dialek Bahasa Cirebon yang hampir serupa dengan Bahasa Cirebon yang dipergunakan di wilayah pusat Keraton Cirebon di Kota Cirebon, dalam Bahasa Cirebon dialek Indramayu tata bahasanya terbagi menjadi dua yakni Basa Besiken (dipergunakan untuk berbicara dalam tatanan resmi dan menghormati lawan bicara) dan Basa Ngoko (dipergunakan sehari-hari dalam pergaulan). Di bagian selatan danbarat daya kabupaten ini, beberapa wilayah menggunakan bahasa Sunda, mengingat sejarah kabupaten Indramayu yang dulu pernah masuk kedalam wilayah Kerajaan Galuh dan Sumedang Larang di Wilayah Selatan, sehingga mempengaruhi masyarakatnya berbahasa Sunda Khas Indramayu yang disebut Sunda Parean.

EtimologiTransportasiBahasaSeni dan BudayaCindera mataKulinerHasil BumiSejarah
Nama Indramayu berasal dari nama Nyi Endang Darma Ayu yaitu salah satu pendiri Indramayu

Kabupaten Indramayu dilalui jalur utama pantura, yakni jalur nomor satu sebagai urat nadi perekonomian pulau Jawa, jalur pantura Indramayu mulai dari ruas Patrol-Lohbener-Jatibarang-Kertasemaya. Juga jalur alternatif sebelah utaraIndramayu-Karangampel-Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon. Sebagai jalur alternatif bisa melalui jalur Lohbener lalu ke kota Indramayu kemudian ke Karangampel diteruskan ke arah Cirebon. Oleh karena Indramayu dilalui oleh jalur utama pantura, maka wilayah Indramayu menjadi tempat persinggahan dan perantauan dari daerah di timur pulau Jawa, dari para pendatang asal suku Jawa tersebut di Indramayu dapat ditemukan ragam percakapan bahasa Jawa disamping bahasa Cirebon dialek indramayu atau yang biasa disebut basa dermayon yang merupakan bahasa asli wilayah ini.
Ramainya wilayah pantura juga membuat para pendatang asal suku Sunda dari daerah selatan atau yang biasa disebut sebagai orang priyangan juga membawa masuk bahasa Sunda dialek priyangan kedalam wilayah Indramayu. Menurut budayawan Indramayu bapak Supali kasim, bahasa sunda terutama dialek selatan yang masuk ke Indramayu terutama di blok Karangjaya, desa Mangunjaya, kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu yang letaknya tidak jauh dari pusat perdagangan di kecamatan Patrol dan kecamatan Sukra, asal usulnya adalah keluarga dari Bandung pada awal abad ke-20.
Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.

Berikut ini kecamatan-kecamatan yang mempunyai dialek yang berbeda berdasarkan keterangan penelitian dan Peta Budaya Provinsi Jawa barat tahun 2011:
• Bahasa Cirebon dialek Dermayu: Indramayu, Balongan, Juntinyuat, Kedokanbunder, Karangampel, Krangkeng, Sindang, Jatibarang, Sliyeg, Kertasemaya, Sukagumiwang, Losarang, Lelea (sebagian desa), Cantigi, Lohbener, Widasari, Tukdana, Bangodua, Cikedung, Patrol, Bongas, Gabuswetan, Kandanghaur
• Bahasa Sunda: , Kandanghaur (sebagian desa), Lelea, Haurgeulis,
• Wilayah dua bahasa atau wilayah percampuran Bahasa Sunda dan Bahasa Cirebon : Terisi, Kroya, Gantar, Anjatan, Sukra

> Organ Tunggal 

 
Kesenian yang ada di Indramayu salah satunya adalah kesenian Organ Tunggal, yakni pentas musik di atas panggung dengan menggunakan Organ yakni alat musik besar seperti piano elektronis. Organ Tunggal ini biasanya dipentaskan hampir di setiap acara dan even, seperti acara tujuh belasan, juga pada hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, meskipun lebih sering dipentaskan pada acara-acara hajatan, seperti hajatan pernikahan dan khitanan. Selain di atas panggung, kesenian musik organ ini juga dipentaskan secara berkeliling kampung pada saat-saat tertentu, seperti pada Bulan Ramadhan. Dua di antaranya yang cukup ternama beserta artisnya adalah : Organ tunggal Rolani Electone dengan Aas Rolani dan organ tunggal Puspa Kirana dengan Dewi Kirana. Tidak jarang grup-grup ini mendapat job manggung di luar Indramayu, bahkan lintas provinsi.
 
> Tari Topeng
 
 
Seni tradisional
lainnya adalah seni Tari Topeng,
kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon,
termasuk Indramayu. Tari topeng adalah
salah satu tarian di tatar Parahyangan.
Disebut tari topeng,
karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya,
dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin
disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau
bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.
Salah satu jenis
lainnya dari tari topeng ini adalah Tari Topeng Kelana Kencana Wungu yang merupakan
rangkaian tari topeng gayaParahyangan yang menceritakan ratu Kencana Wungu
yang dikejar-kejar oleh Prabu Menak Jingga yang tergila-tergila kepadanya. Pada
dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter
menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru,
mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menak Jingga (disebut juga Kelana),
dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan
tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.
Gerakan tangan dan
tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas
lain dari tari topeng.
Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di
sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara
resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya. Salah satu sanggar
tari topeng yang ada di Indramayu adalah sanggar tari topeng Mimi Rasinah, yang
terletak di Desa pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah salah satu maestro tari topeng
yang masih aktif menari dan mengajarkan kesenian tari topeng walaupun dia telah
menderita lumpuh semenjak tahun 2006, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010.
>  Sintren 
Kebudayaan jawa lainnya adalah Sintren, Sintren adalah kesenian tradisional
masyarakat 
Jawa,
khususnya 
Pekalongan. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. Sintren disebut juga dengan lais. Di
Indramayu sendiri, kesenian 
Sintren dipentaskan pada acara-acara
tertentu, misalkan hajatan atau syukuran, atau pentas seni tradisional. Dahulu
ada pentas seni 
Sintren yang
berkeliling kampung, namun sekarang sudah sangat sulit untuk ditemukan karena
semakin tergeser oleh pentas dan hiburan modern.
 
> Sandiwara
 
 
Hampir mirip dengan seni pertunjukkan ketoprak
yang ada di daerah 
Jawa Tengah dan Timur, di Indramayu pun ada seni drama yang sebagian
besar mengisahkan tentang legenda dan sejarah., adalah sebuah pertunjukan
pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Jawa. Sebuah
sandiwara bisa berdasarkan skenario atau tidak. Apabila tidak, maka semuanya
dipentaskan secara spontan dengan banyak improvisasi.
 
> Ngarot 
Upacara ini sudah ada sejak abad 16 dan sampai sekarang masih
di selenggarakan, terutama oleh masyarakat desa di Kecamatan Lelea setiap
menjelang penggarapan sawah. Upacara ini dilaksanakan agar mendapatkan hasil
pertanian yang melimpah dan upacara adat ini dilaksanakan setiap hari rabu,
minggu keempat bulan November dimana pesertanya adalah para muda- mudi dengan
kostum y ang khas dan aksesoris yang gemerlap.
 
> Nadran 
 
Upacara ini merupakan sebuah cerminan dari sebuah hubungan
manusia dengan sang pencipta dengan berupa ungkapan rasa sukur akan hasil
tangkapan ikan dan mengharapkan akan meningkatnya hasil di masa mendatang serta
dijauhkan dari bencana dan mara bahaya dalam mencari nafkah di laut. Umumnya
upacara adat nadran ini diselenggarakan antara bulan Oktober sampai Desember di
Pantai Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan, Glayem, Bugel dan Ujung Gebang
 
> Tarling 
 
 
Tarling merupakan seni musik dan lagu yang pada awalnya ditampilkan
dalam bentuk nyanyian (kiser) yang diiringi oleh gitar dan
 suling saja.
Sejalan dengan perkembangan zaman,
kesenian Tarling mengalami
perkembangan dan perubahan yang cepat. Saat ini Tarling sudah
dilengkapi dengan alat-alat musik yang modern. Kendati pun demikian Tarling klasik masih
banyak diminati oleh wisatawan. Salah seorang Maestro tarling klasik yang di
kenal masyarakat Indramayu adalah (Almh) Hj.Dariyah dengan grup Cahaya Muda yang di
pimpinnya
Batik tulis Paoman
Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arabdan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.
Industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Terusan, Sindang, Indramayu. Kualitas dari batik yang mem punyai ± 200 motif ini telah mampu menembus pasaran internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara.

Kerajinan bordir
Kerajinan bordir berkembang cukup pesat di Indramayu, terletak di Desa Sukawera , Kecamatan Kertasemaya ± 6 kilometer dari Kota Jatibarang atau 22 kolimeter dari Kota Indramayu. Motif yang cukup terkenal adalah motif seruni, tapak kebo, bunga tulip, lunglungan, hasil produksinya mampu memenuhi permintaan pasar regional dan Nasional. Indramayumerupakan daerah yang sangat menarik untuk dikunjungi,karena letaknya yang sangat strategis yaitu disepanjang jalan pantai utara Pulau Jawa.

Makanan Khas Indramayu

Blendung

Blendung terbuat dari jagung pipilan yang di kukus dan di atasnya di taburi dengan parutan kelapa.Makanan ini biasa di santap sebagai sarapan.Makanan ini memiliki rasa asin.

Blengep

Blengep terbuat dari singkong.Isian di dalamnya yaitu gula merah dan di atasnya biasanya terdapat taburan potongan kelapa yang sudah di goreng.

Bubur Gintir

Bubur Gintir terbuat dari tepung beras yang di bentuk bulat lalu di rebus dalam air yang sudah di beri gula merah.Pelengkapnya yaitu air santan sehingga rasanya manis dan gurih.Selain di Indramayu bubur jenis ini juga menjadi makanan khas daerah lain namun namanya berbeda.

Bubur Sura

Bubur Sura atau di beberapa daerah lain di sebut juga bubur Asyura,bubur beras berbumbu kunyit dengan campuran beberapa sayur dan buah seperti biji asem,buah delima,pepaya muda,bihun,irisan telur dadar,potongan kentang dll.Yang uniknya bubur ini memiliki wadah khusus yaitu wadah yang di buat dari daun pisang.Bubur ini hanya di buat pada bulan Asyura atau Sura,di desa saya hanya satu orang yang biasa membuat bubur ini,jika ingin menikmati bubur ini maka kami harus membelinya dengan beras.Itulah kebiasaan yang unik dari tradisi bubur Sura.Rasanya?Anda harus mencobanya sendiri….ekstrim tapi enak!!

burbacek

 

Burbacek kependekan dari Bubur Rumbah Cecek,bubur beras dengan toping rumbah (sejenis pecel khas Indramayu) dan cecek (kulit kerbau/sapi).Kalo yang ini hanya ada di Indramayu.Jika bubur Sura di rasa ekstrim maka Burbacek lebih ekstrem lagi menurut saya tapi tetep enak……

Cimplo

Cimplo adalah sejenis apem yang di masak dengan cara di dadar pada cetakan khusus berbentuk bulat.Cimplo hanya bisa di jumpai ketika bulan Bala yaitu setelah bulan Asyura.Cimplo di sajikan dengan air rebusan gula merah yang di campur parutan kelapa atau santan hingga mengental.Makanan ini memiliki filosofi sebagai penolak bala.

Dodol Lolos

 

dodol gula merah

Dodol merupakan makanan tradisional Indonesia yang terkenal di beberapa daerah termasuk di Indramayu.Lalu apa bedanya dodol Indramayu dengan dodol daerah lain?Dodol Indramayu memiliki 2 jenis yaitu dodol basah dan dodol biasa yang tahan lama.Dodol basah ini di sebut dodol Lolos dimana bedanya dodol ini memiliki toping ampas santan yang di rebus hingga menggumpal.Dodol lain pula hampir sama dengan dodol Betawi namun dodol Indramayu memiliki bahan tambahan seperti potongan kelapa sangrai.Kini dodol jenis ini malah mengalami perkembangan di mana gula yang di gunakan tak hanya gula merah tapi sudah menggunakan gula pasir sehingga warna dodolnya menjadi putih dan di tambahkan kacang tanah goreng sehingga rasanya lebih gurih.

geblog /gemblong singkong
Gemblong ketan putih

Gemblong atau sebagian masyarakat Indramayu lainnya menyebut Geblog pun sama dengan dodol,makanan ini ada juga di beberapa daerah di Jawa khususnya.Gemblong terbuat dari beras ketan yang di masak lalu di tumbuk hingga halus.Setalah halus lalu di santap dengan taburan kelapa parut.Gemblong bagi masyarakat di sini merupakan makanan yang harus ada ketika ada perayaan besar seperti pesta pernikahan,sunat dll.Selain Gemblong makanan wajib lainnya yaitu dodol,nagasari,wajik,koci/poci,rangginang danlepet.Sedangkan gemblong singkong biasa di jual oleh pedagang keliling dengan 2 jenis yaitu yang terbuat dari singkong murni dan jenis lainnya berwarna hitam,terbuat dari singkong dengan campuran pewarna hitam alami dari merang yang telah di tumbuk.

Koci/Poci

Ada sebagian yang menyebutnya Koci dan sebagian lainnya Poci namun di desa saya biasa di sebut Poci.Poci terbuat dari tepung ketan yang di uleni selama beberapa jam,butuh waktu cukup lama untuk membuat kue ini dan keterampilan khusus dalam membungkus kue poci ini.Ya lihat saja pada gambar di atas di mana kemasan poci begitu unik dan cantik.Di bungkus dengan daun pisang yang sudah di bentuk pola menyerupai rumah lalu di olesi minyak sayur.Isian poci ini bervariasi yaitu kelapa parut yang di masak bersama gula merah,kacang hijau yang di rebus bersama gula merah sampai menjadi selai atau kacang tanah yang di haluskan dengan gula merah.

dongkal

Dongkal,selain menjadi kue khas daerah Betawi tapi juga khas di Indramayu.Dongkal terbuat dari tepung beras yang di kukus dengan air gula merah.

Nagasari

Nagasari terkenal juga di daerah lain,terbuat dari tepung tapioka yang di bubur dengan santan dan gula pasir.Isianya yaitu potongan pisang.Di bungkus dengan daun pisang lalu di masak dengan cra di kukus.

Ongol-ongol

Ongol-ongol di buat dari tepung tapioka yang di kukus dalam wadah cetakan.Memiliki rasa manis dan di sajikan dengan parutan kelapa muda.

Pais/Pipis/Lupis

 

Pais/pipis/lupis

Banyak nama untuk makanan jenis ini namun di desa saya lebih di kenal dengan sebutan Pais.Tarbuat dari singkong yang di parut lalu di bungkus dengan daun pisang dengan isian gula merah,setelah itu kukus beberapa menit saja.

Wajik Ketan

 

Wajik kelapa

Wajik ketan dan wajik kelapa memiliki cara pembuatan yang sama.Yang membuat makanan ini unik adalah kemasanya yang cantik yaitu di bungkus dengan kertas minyak berwarna-warni.

Rumbah

Ini dia makanan favorit saya.Rumbah atau di daerah lain di sebut juga pecel.Di buat dari sayur-sayuran yang di rebus lalu di makan dengan sambal.Sambal rumbah memiliki ciri khas tersendiri yaitu bercita rasa terasi karena menggunakan terasi pada sambalnya.Selain itu sambal di sini rasanya lebih pedas jika di bandingkan dengan daerah lain.Maklum daerah pesisir jadi identik dengan yang pedas-pedas.

Pedesan Entog

 

Entog

Pedesan entog adalah makanan berkuah khas Indramayu.Bahan utamanya yaitu entog,sejenis bebek namun memiliki daging lebih tebal.Di masak dengan bumbu kuning dengan tambahan cabe rawit yang agak banyak sehingga rasanya pedas atau orang Indramayu bilang pedes.

 

Sayur Gombyang

Sayur gombyang atau dalam bahasa Indramayu Jangan Gombyang.Bahan utamanya yaitu ikan air tawar di masak dengan bumbu kuning.

Tike

 

Rumput tike

Umbi rumput tike adalah bahan dasar keripik tike.Rumput ini biasa tumbuh liar di pinggir perairan.Tike adalah makanan khas Indramayu dengan rasa gurih dan unik.

Blencong

 

Blencong terbuat dari beras ketan yang di kukus dengan campuran kacang merah atau biji kacang panjang lalu dengan bungkus daun pisang berbentuk segitiga.Dongkal di santap dengan kelapa parut dan biasa di jadikan sarapan bagi sebagian besar orang Indramayu.

Docang

Docang adalah makanan berisi lontong dengan kuah bersantan.Biasanya menu ini bisa di jumpai pagi hari sebagai sarapan sebagian masyarakat Indramayu.

Gatot

Gatot juga populer di daerah yogyakarta.Gatot terbuat dari singkong yang telah sedikit membusuk dengan campuran gula dan kelapa parut.

jalabiya

Jalabiya terbuat dari tepung ketan yang di uleni lalu di goreng setelah itu di celupkan ke dalam air gula.Bentuknya mirip seperti donat.

jongkong

Jongkong terbuat dari parutan kelapa yang di campur gula lalu di bungkus daun pisang dengan cara masak di kukus.Biasanya kelapa parut yang di gunakan adalah kelapa paut yang telah di peras sarinya atau santannya,karena sayang jika di buang maka di buatlah kue jongkong.Gambar di atas merupakan jongkong yang sudah di modifikasi.

Ragit

Ragit merupakan menu unik lainnya dari Indramayu.Berisi mi kuning dengan telur dadar dan kuah santan berbahan udang.

Ampo

Ampo adalah camilan yang terbuat dari tanah liat yang di bakar berbentuk pipa.Selain Indramayu Ampo juga populer di daerah lain di jawa.

Krawu

Krawu terbuat dari singkong yang di kukus dan di santap dengan parutan kelapa.

lara gudig

Lara gudig mirip seperti dodol dengan tekstur lebih kasar dan bercita rasa manis.

sagon serbuk

Sagon yang di kenal di Indramayu mayoritas adalah berbentuk serbuk.Terbuat dari tepung beras ketan yang di sangrai dengan parutan kelapa dan gula pasir.Rasanya manis dan gurih.

lepet

Lepet terkenal juga di Kuningan dan sebagai makanan khas daerah Kuningan,namun bagi masyarakat Indramayu lepet tak bisa di pisahkan dari tradisi daerah tersebut di mana makanan ini masuk ke dalam menu wajib ketika perayaan acara penting seperti pesta pernikahan,syukuran dll.Lepet terbuat dari beras ketan di campur biji kacang panjang dengan citarasa gurih.Dengan bungkus daun pisang lalu di ikat dengan tali yang berasal dari batang padi yang sudah tua.Di Kuningan lepet di bungkus dengan daun kelapa dan berbentuk segitiga manakala di Indramayu berbentuk lonjong.

Bubur merah putih

Bubur merah putih terbuat dari beras.Untuk yang berwarna merah akan di campurkan gula merah ketika proses memasaknya manakala yang berwarna putih cukup di campurkan santan saja.Bubur ini tidak akan di jumpai setiap saat karena hanya di buat waktu tertentu saja seperti ucapan syukur setelah mendapat hasil panen yang melimpah.

Ketan merah

 

 Untuk sebagian besar masyarakat Indramayu nasi ketan yang di campur gula merah ini biasa di buat ketika membangun rumah sebagai kue untuk para tukang bangunan.
Klepon

Klepon erat hubungannya dengan tradisi daerah Indramayu di mana menu ini akan ada ketika menjelang musim panen tiba ataupun ketika sedang membangun rumah.

Rumbah mie

Rumbah mie adalah jajanan khas Indramayu yg berbahan dasar mie kuning dengan campuran sayur dan sambal kencur yg pedas.Makanan ini biasanya di jual oleh pedagang keliling.

Limpung

Limpung terbuat dari tepung tapioka yang di campur apu dan sari air pandan atau pewarna hijau  lalu di kukus dalam wadah.Limpung yg telah matang lalu di potong2 kemudian di sajikan dengan kelapa parut.Terima kasih buat ibuku yg udah bawain kue ini sehingga aku jadi tahu kalau masih ada yg bikin kue seperti ini soalnya jujur kue ini udah jarang banget di temui.

Cipas

Cipas biasanya di buat ketika ada perayaan besar saja seperti pernikahan dll.Kenapa? Itu karena cipas adalah kue yang terbuat dari ampas kelapa parut yang telah di peras santannya kemudian di campur tepung tapioka dan gula pasir.Cara memasaknya dengan di kukus.Ketika ada perayaan besar dan menu lauknya adalah gulai atau kari atau menu khas lain yang notabenya menggunakan santan maka banyak ampas kelapa parut yang terbuang,nah sayang kan jika di buang?dari situlah ide makanan ini tercipta.
Selain itu ada juga makanan lain yang tak kalah enaknya seperti Bango dolog,Ketebon,Kemi dll. yang hingga saat ini saya belum punya gambarnya namun makanan tersebut masih di konsumsi oleh masyarakat Indramayu.

Hasil bumi Indramayu adalah padi, walaupun bukan penghasil padi terbesar, namun masyarakat Indramayu umumnya memiliki mata pencarian sebagai petani, dan sebagian besar wilayah Indramayu merupakan lahan pertanian, bahkan bisa ditemukan persawahan walaupun berada di pusat kota Indramayu.
Selain padi, hasil bumi yang paling terkenal adalah Mangga, jenis mangga khas Indramayu sendiri disebut Mangga Cengkir oleh masyarakat setempat. Mangga ini terkenal enak dan manis, tak ayal di sepanjang jalur utama Indramayu banyak pedagang buah mangga sebagai oleh-oleh khas Indramayu. Dari hasil bumi yang satu inilah, Indramayu mendapat julukan sebagai Kota Mangga. Memang tak afdol rasanya jika berkunjung ke Indramayu tanpa membeli atau mencicipi mangga Indramayu.
Indramayu juga terkenal kaya akan sumberdaya migas, salah satu kilang minyak besar yang ada di Indramayu adalah Kilang Minyak Balongan yang berada di Kecamatan Balongan.

Menurut Babad Dermayu penghuni partama daerah Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra yang berasal dari Bagelen Jawa Tengah putra Tumenggung Gagak Singalodra yang gemar melatih diri olah kanuragan, tirakat dan bertapa.
Suatu saat Raden Wiralodra tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung sumbing, setelah melampau masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah tiba disana berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana, kelak tempat itu akan menjadi subur makmur serta tujuh turunanmu akan memerintan disana”.
Dengan didampingi Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana berangkatlah mereka ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk. Suatu senja sampailah mereka di sebuah sungai, Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk maka bermalamlah disitu dan ketika pagi hari bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur dan menanyakan tujuan mereka. Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuan perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata bahwa sungai tersebut bukan cimanuk karna cimanuk telah terlewat dan mereka harus balik lagi ke arah timur laut. Setelah barkata demikian orang tarsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah Ki Buyut Sidum, Kidang Penanjung dari Pajajaran. Ki Sidum adalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 – 1513.
Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari-hari berjalan mereka melihat sungai besar, Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk , tiba-tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak hingga Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu, orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara, sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur, manakala menjumpai seekor Kijang bermata berlian ikutilah dimana Kijang itu lenyap maka itulah sungai Cimanuk yang tuan cari.”.
Saat mereka melanjutkan perjalanan bertemulah dengan seorang wanita bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya. Wiralodra mengelurkan Cakranya kearah Larawana, gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor Kijang. Wiralodra segera mengejar Kijang itu yang lari kearah timur, ketika Kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar. Karena kelelahan Wiralidra tertidur dan bermimpi bertemu Ki Sidum , dalam mimpinya itu Ki Sidum berkata bahwa inilah hutan Cimanuk yang kelak akan menjadi tempat bermukim.
Setelah ada kepastian lewat mimpinya Wiralodra dan Ki Tinggil membuat gubug dan membuka ladang, mereka menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Pedukuhan Cimanuk makin hari makin banyak penghuninya. diantaranya seorang wanita cantik paripurna bernama Nyi Endang Darma. Karena kemahiran Nyi Endang dalam ilmu kanuragan telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang yang datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma namun semua tewas dan dikuburkan di suatu tempat yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.
Untuk menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darma, Raden Wiralodra mengajak adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma namun Nyi Endang Darma kewalahan menghadapi serangan Wiralodra maka dia meloncat terjun ke dalam Sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya. Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakanlah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”.
Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhannya maka pedukuhan itu dinamakan “DARMA AYU” yang di kemudian hari menjadi “INDRAMAYU”.
Berdirinya pedukuhan Darma Ayu memang tidak jelas tanggal dan tahunnya namun berdasarkan fakta sejarah Tim Peneliti menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada jum’at kliwon, 1 sura 1449 atau 1 Muharam 934 H yang bertepatan dengan tanggal 7 Oktober 1527 M.
Cerita pedukuhan Darma Ayu adalah salah satu catatan sejarah daerah Indramayu namun ada beberapa catatan lainnya yang juga berkaitan dengan proses pertumbuhan daerah Indramayu antara lain:
a. Berita yang bersumber pada Babad Cirebon bahwa seorang saudagar China beragama islam bernama Ki Dampu Awang datang ke Cirebon pada tahun 1415. Ki Dampu Awang sampai di desa Junti dan hendak melamar Nyi Gedeng Junti namun ditolak oleh Ki Gedeng Junti, disini dapat disimpulkan bahwa Desa Junti sudah ada sejak tahun 1415 M .
b. Catatan dalam buku Purwaka Caruban Nagari mengenai adanya Desa Babadan,dimana pada tahun 1417 M Sunan Gunung Jati pernah datang ke Desa Babadan untuk mengislamkan Ki Gede Babadan bahkan menikah dengan puteri Ki Gede Babadan .
c. Di tengah kota Indramayu ada sebuah desa yang bernama Lemah Abang, nama itu ada kaitannya dengan nama salah seorang Wali Songo Syeikh Siti Jenar yang dikenal dengan nama Syeikh Lemah Abang, mungkin dimasa hidupnya (1450 – 1406) Syeikh Lemah Abang pernah tinggal di desa tersebut atau setidak-tidaknya dikunjungi olehnya untuk mengajarkan agama islam.
Setelah bangsa Portugis pada tahun 1511 menguasai Malaka antara 1513-1515 pemerintah Portugis mengirimkan Tom Pires ke Jawa . Dalam catatan harian Tom Pires terdapat data- data bahwa :
>Tahun 1513-1515 pedukuhan Cimanuk sudah ada bahkan sudah mempunyai pelabuhan
> Pedukuhan Cimanuk ada dalam wilayah kerajaan sunda (Pajajaran) .
Melihat bukti-bukti atau sumber di atas diperkirakan pada akhir abad XVI M daerah Indramayu sekarang atau sebagian dari padanya sudah dihuni manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>