Gedung BAT

BAT 6

Kunjungi Cirebon yu, Gedung BAT Cirebon adalah termasuk Benda Cagar Budaya nomor satu di Kota Cirebon. Gedung BAT Cirebon yang umurnya sudah cukup tua ini terletak di Jl. Pasuketan, Kampung Kebumen, persis di seberang kanan Gedung Bank Mandiri, dengan bentuk yang memanjang tinggi, di tepi jalan yang dinaungi dengan pohon palm yang rindang.

Gedung BAT (British American Tobaccos) Cirebon yang masih berdiri kokoh dan anggun, dan terlihat masih terawat rapi. Gedung BAT Cirebon ini semula merupakan gedung yang dimiliki oleh perusahaan rokok SS Michael.

BAT 7

Gedung BAT Cirebon yang mulai digunakan pada tahun 1924 ini dirancang oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit bergaya Art Deco, sebuah gaya bangunan yang bermula pada awal 1920-an dan terus digunakan sampai setelah berakhirnya Perang Dunia II. Struktur Art Deco adalah berdasar pada bentuk geometris matematis, yang ketika itu gaya bangunan ini terlihat elegan, glamor, fungsional dan modern.

BAT 5

Bagian tengah Gedung BAT Cirebon dengan tulisan tahun pembuatan gedung menempel pada dinding depan. Sebagian Gedung BAT Cirebon ini berlantai dua.

Bagian ujung sebelah kiri Gedung BAT Cirebon yang tanah dan bangunannya kabarnya seluas 1,1 ha dan 1,6 ha lebih.

Tengara dari dinas terkait yang terlihat sudah mulai menua tentang status Gedung BAT Cirebon sebagai Benda Cagar Budaya, dan tahun 1917 yang mungkin merupakan tahun dimulainya pembuatan gedung ini.

Sejak Mei 2010, Gedung BAT Cirebon yang dimiliki oleh PT Bentoel International Investama (BINI) ini sudah tidak lagi digunakan untuk memproduksi rokok, dan menurut kabar akan dijual oleh pemiliknya dengan harga yang bisa bernilai ratusan miliar rupiah. Semoga pemilik barunya tetap memelihara keutuhan gedung dan memberi peluang bagi pejalan wisata untuk menikmati interior bangunannya.

Namun sekarang sejak Bulan Oktober 2014 wilayah BAT ditempati para Pedagang BAT 2

Kaki Lima yang di ketuai oleh Bpk. Agus sebagai Asosisasi Pedagang Kaki Lima. Sebagian dari Pedagang Kaki Lima ini adalah pindahan dari Jl. Siliwangi yang terkena peraturan Walikota mengenai penertiban Kaki Lima di Jl. Siliwangi. Menurut salah satu Pedagang Kakilima pedangan yang berada di depan Gedung BAT berjumlah sekitar 45 pedagang. Biasanya ramai pada saat Hari Libur dan Sabtu dan Minggu. Sayangnya karena tidak disediakan Tenda, maka jika Hujan biasanya akan bubar dengan sendirinya (Misbar=gerimis bubar). Namun demikian semangat pedagang terus berjualan, dan semakin hari semakin ramai wilayah tersebut.(AHRS)

 

BAT 3BAT 4

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>