Gamelan Renteng Ki Muntili

Kunjungi Cirebon Yuk ! Bunyi gamelan khas Cirebon mengalun indah diantara sesaknya pengunjung di area Pameran Prestasi Hasil Karya Pemuda Tahun 2015 di Komplek GOR Ranggajati Sumber Kabupaten Cirebon, Jumat (03/04).

gamelan krenteng ki muntiliAlunan itu pula yang mampu menyihir ratusan pengunjung berhenti sejenak untuk menyaksikan dan menikmati gamelan yang ditabuh anak muda Karang Taruna Ki Sana dari Desa Kedungsana Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Itulah Gamelan Renteng Ki Muntili, kesenian khas Cirebon dari Desa Kedungsana yang turun temurun sejak ratusan lalu.

“Grup ini baru kami hidupkan kembali sejak tiga tahun lalu setelah mati beberapa tahun lalu. Tujuannya untuk melestarikan kesenian para leluhur agar tetap terjaga dari kepunahan,” ujar Tajwi, Ketua Karang Taruna Ki Sana.

Ia menambahkan, alat musik yang dibawa merupakan replika dari alat musik yang asli. “Gamelan aslinya sudah berumur ratusan tahun dan sekarang masih tersimpan di balai Desa Kedungsana,” jelasnya.

gamelan krenteng ki muntilan3Gamelan ini biasa dimainkan dengan perangkat alat music seperti kenong, demung, saron, gong, dan bedug atau kendang. Hal yang paling khas dari jenis gamelan ini adalah peletakkan diatur secara berderet (berjejer) membentuk segi empat.

Pada acara-acara tertentu seperti acara hajatan atau acara yang digelar keraton, gamelan renteng ini digunakan sebagai ucapan selamat dating atau gamelan pengiring penerima tamu yang dating pada acara tersebut. “Kami juga sering diundang oleh keratin untuk mengisi acara penyambutan tamu,” kata Tajwi.

gamelan krenteng ki muntilan4Ditempat terpisah, Kuwu Desa Kedungsana, Sudianto mengatakan, terbentuknya grup ini berawal dari keinginan anak muda setempat yang ingin menghidupkan kesenian gamelan renteng. “Kami hanya membuka diri dengan adanya respon positif dari anak muda tersebut. Pada akhirnya, kami sebagai kuwu amat bangga pada prestasi mereka,” ujarnya.

Menurut data sejarah, gamelan tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Mataram untuk Cirebon, dibawa Ki Ageng Gamel Syekh Windu Aji pada masa Sunan Gunung Jati. Gamelan renteng disebut juga gamelan dawa. Berasal dari dakwah, yang berarti gamelan tersebut sebagai alat dakwah.

gamelan krenteng ki muntilan2Pada masa berikutnya, gamelan renteng merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dengan pergelaran jaran lumping. Jaran lumping dalam khazanah kesenian Cirebon berbeda dengan jaran kepang yang biasa dimainkan pada masa kini. Jaran lumping hanya membawakan tarian tanpa mempertunjukan atraksi makan beling, rumput, dan atraksi lainnya.

Gamelan renteng yang dianggap sebagai karawitan keraton menyatu dengan jaran lumping yang merupakan kesenian rakyat. Seperti pada musik tradisi Jawa Tengah secara garis besar dapat dikelompokan menjadi dua kelompok, yakni musik tradisi keraton dan musik tradisi rakyat.

Musik tradisi Cirebon pun tampaknya tak berbeda dengan musik-musik tradisi lainnya di Jawa. Pada gamelan sekati misalnya, gamelan ini dianggap sebagai hak paten keraton, baik Kanoman maupun Kasepuhan. Sementara gamelan renteng dan jaran lumpingnya merupakan musik dan tarian tradisi yang dipelihara rakyat. (Ir)

Foto : Irwan Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>