Cirebon Menuju Kota Destinasi Wisata

Menghadapi libur akhir pekan atau liburan nasional, tak ada salahnya anda mengunjungi Kota Cirebon. Kota kecil di pesisir Pantura ini banyak dikenal wisatawan sebagai tempat wisata religi, wisata belanja, wisata maritim dan wisata kuliner.

Sejak dibukanya Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Tol Cipali) pada pertengahan 2015, kunjungan wisata ke Kota Cirebon menunjukan grafik meningkat. Kini Cirebon bukan lagi kota transit dari arah Jawa Barat menuju arah Jawa Tengah tapi sudah bergeser menjadi kota destinasi kunjungan wisata.

Tak ayal, pertumbuhan hotel dan tempat wisata baru bak jamur di musim hujan, makin mengukuhkan Kota Cirebon layak masuk dalam catatan kunjungan wisata. Hotel lama kian bersolek agar tetap eksis, hotel baru kian menjamur di hampir setiap sudut kota sementara hotel yang sedang dibangun terus dipacu agar cepat selesai.

Pemilik hotel yang dulu perorangan tergantikan oleh pemilik grup besar dari Jakarta.  Tengoklah Jalan DR. Cipto Mangunkusumo. Kawasan itu dulu dikenal kawasan sepi bagai tak berpenghuni. Kini, sepajang ruas jalan itu cafe, mall dan hotel hampir berdempetan. Semuanya tak sedkit milik perusahaan grup atau perusahaan korporasi.

Cirebon memang kota kecil. Namun dari segi perkembangannya, Kota Wali ini makin melebar bak seorang wanita bongsor tanpa kehilangan aura kecantikannya. Buktinya tak sedikit investor luar kota makin tertarik dan menanamkan modalnya di sini.

Mereka membuka cabang kafe dan usaha kuliner, mendirikan hotel berbintang, membangun mall dan membuka tempat hiburan. Kehadiran para investor itu mampu me-make over Kota Cirebon dari gadis kampung yang tersipu malu menjadi gadis metropolitan yang ceria.

Jalanan kota makin melebar seiring kian bertambahnya jumlah kendaraan. Plat nomor dari berbagai kota, berseliweran di jalanan Kota Udang ini. Tak pelak, jalanan menjadi macet. “Inilah awal Cirebon menuju kota metropolitan. Salah satu syaratnya ya jalan harus macet,” kata seorang teman sambil menyeka keringat di wajahnya.

Kota Cirebon terus berbenah. Dibukanya ruas Tol Cipali dan menunggu kelahiran Bandara Intersional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon bagai dikejar waktu.  Berbagai sarana dan prasarana infrastruktur dipacu agar selesai lebih cepat.

Hal serupa juga dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 3 Cirebon. Berbagai upaya telah dilakukan PT. KAI untuk meningkatkan gairah kunjungan wisata. Penambahan KA. Argo Jati dan penambahan jadwal sudah dilakukan. Pun dengan penambahan jalur rel kereta dari hanya satu rel menjadi dua rel (double track). Kondisi ini jelas berpengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon dan sekitarnya.

Inilah perubahan besar yang tak lagi bisa dibendung. Dari kota transit menjadi kota destinasi wisata. Kota yang dulunya sebagai pusat syiar Islam kini secara perlahan menuju kota metropolitan. Tapi tak apalah, semua ini dipersembahkan untuk anda, para wisatawan. Welcome to Cirebon. (Irwan Gunawan)

11204019_10204830643031962_1800537473115309680_nkeraton-kasepuhan-2Keraton Cirebon-8jumenengan-keraton-kasepuhan-18images (2) keraton-kasepuhan Keraton-Kasepuhan-Cirebon-1 101705_foto18images

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>