Emping Tuk Terasa Hingga Ke Surabaya

Kantor kuwuMendengar kata emping yang teringat tentunya panganan (cemilan) dengan rasa khas bahkan terkesan campur aduk. Ada rasa pahit, asin dan manis bercampur aduk menjadi satu menghasilkan kata gurih dan renyah.

Berbagai macam bahan baku emping banyak terdapat dipasaran. Namun sebagian besar konsumen lebih banyak melirik emping berbahan baku melinjo.

Bahan melinjo inilah yang diolah pengarjing emping di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Emping melinjo tersebut diproduksi dengan berbagai rasa dan bentuk. Melinjo adalah biji dari pohon Tangkil yang daunnya juga sering digunakan untuk sayur asem atau sayur lodeh.

proses produkfiSanti, seorang pengrajin emping melinjo mengatakan, bahan baku melinjo banyak didapat dari supplier melinjo dari Serang Propinsi Banten. “Harganya lagi mahal per kilo mencapai Rp. 13 ribu,” kata pemilik kios Santi Jaya ini.

Menurutnya, sebagian besar pengrajin emping di Desa Tuk merupakan usaha turun temurun sejak puluhan tahun lalu. “Saya aja melanjutkan usaha ini dari orang tua. Mungkin juga usaha orang tua saya juga warisan dari nenek.”

Di Desa Tuk sedikitnya ada 40 pengrajin emping yang tersebar di berbagai sudut kampung. Aroma khas emping terasa ketika memasuki jalanan. Jejeran emping yang sedang dijemur di bawah terik matahari, menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat di sana.

PackingDari tangan terampil para pengrajin itu, puluh ton emping berpindah tempat ke kota-kota besar di Jawa dan Sumatera.

Santi misalnya, dalam keadaan sepi mampu memproduksi hingga 500 kg emping goreng berbetuk kancing per hari. “Dalam kondisi puncak terutama menjelang Lebaran,  prosuksi kami bisa mencapai 2 ton,” ungkapnya.

Untuk menghasilkan produksi itu, ia mempekerjakan 15 karyawan mulai dari proses awal hingga packing. Produk emping yang dihasilkan ada dua rasa yakni rasa asin dan pedas.

Emping melinjo produksinya dikirim ke empat kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keempat kota itu adalah Surabaya, Semarang, Solo dan Jogjakarta. “Sekarang produk kami sudah dapat dirasakan dan dinikmati konsumen hingga ke Surabaya,” katanya bangga.

EmpingPengrajin lain, katanya, bisa menjual produksi ke berbagai kota di Jawa Barat, Jakarta hingga Sumatera. “Mereka sudah mempunyai langganan setia. Jadi tidak rebutan langganan,” jelas istri H. Ali ini. (Ir)

Foto : Irwan Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>